Minggu, 09 Agustus 2026
Day-2 Perjalanan kembali ke Baitullah Bersama Travel Umroh MMB (Mudah Menuju Baitullah) Masjjd Nabawi-Masjid Ali-Masjid Abu Bakar-Masjid Ghomamah-Pemakaman Baqi-Museum As Shafiyah-Raudah
Perjalanan kembali ke Baitullah Bersama Travel Umroh MMB (PT Mudah Menuju Baitullah) Day - 1 Pku-KL-Madinah
Sabtu, 21 Maret 2026
Menyambung Silahturahmi ke Bandung on safar ramadhan
Tafakur dalam malam itikaf di Masjid Syarif Hasyim, syahdu....
Terbayang wajah mbak, mas di jakarta, adik-adik ibu para bulik, makam ibu. Rindu menyeruak menggerakkan hati untuk pulang..
Akhirnya membuat inetery perjalanan yang efisien, meaningfulll
Bismillah
Rute donisa-icha
16-24 maret (9 harii)
"Backpacker Trip"
Siak-Pku-Bandung-Cirebon-Bekasi-Cilengsi-Jakarta
Senin 16 maret
Pku - jakarta-bandung
Bulik nur- adik ibu
By damri/whoosh
(DT, tamadun)
Selasa 17 maret
Bandung-cirebon
Bulik Mar /ziarah ibu
By travel/bus
Rabu 18 maret
Cirebon-jakbar
Mami anis
My fam KJI
spency, bu ita, dll
Kamis, 19 maret
Jakbar-cilengsi
B kun, prof hotma, Mb ulfa
Sabtu, 21 maret
Jamrud-kota legenda
Mb ita-mas mif
Ahad, 22 Maret
Salsabila, Cibitung, Gunung Sindur
Ambu Rida-Mas Udin-Umi Reti
Senin, 23 maret
Jakarta-siak
Pulang
#Bandung, dengan transportasi apa??
Dari bandara kami naik bus prima jasa. turun di Batu Nunggal (yang paling dekat dg Antapani rumah bulik)
Alternatif transportasi lain dengan cititrans 250 rb, whoos 250 rb tp naik dari Halim.
Tarif bus primajasa 170.000
Rabu, 16 Februari 2022
"CPP" Kisah Perjuangan Si Pembelajar (another side of "Pembekalan Calon Pengajar Praktik Guru Penggerak)
BAGJA Revolusi Berfikirku Kini
Bagaimana akan ku jalani 15 hari ini dengan 'baik-baik' saja...
Ah, mata, hati dan fikiranku belum sinkron. Tidak seperti biasanya, kepercayaan diriku agak menguap melihat tantangan belajar yang harus ku jalani dengan melihat jadwal pelatihan pembekalan sebagai calon pengajar praktik guru penggerak...
Padahal ketika meng-klik SIMPKB dulu aku begitu percaya diri, memilih pengajar praktik sebagai proses awalku bersentuhan dengan guru penggerak yang gaungnya terasa di seantero nusantara. Dan teman-temanku bersliweran menuliskan testimoni, semangat dan program-program yang mendorong semua dari kita untuk bergerak... walau tak jarang ada juga teman-temanku yang merasakan kalau guru penggerak ini, akan menambah sibuk dan kerjaan. Dari pengamatan mereka, kalau sekolahnya jadi sekolah penggerak, gurunya bakal sibuk dan pulangnya jadi sore...hmm kebayangkan banyak tumpukan beban mungkin difikiran mereka...
Banyak opini itu biasa...
Aku percaya, program ini ada bukan sekedar program biasa. Ada harapan, kebangkitan, perubahan, peran serta,ekosistem pembelajaran yang menarik perhatianku...
Hingga akhirnya Allah memberiku kesempatan berharga ini yang lulus hingga tahap 2. Alhamdulillah
Hari pertama, kedua aku banyak mengamati dan masih 'malu-malu'. Mic yang akan ku sentuh, urung ku tekan ketika instruktur maupun fasilitator memancing keaktifan peserta. Kulihat teman-temanku gesit-gesit dalam bergerak di room dengan ide, pendapat, dan partisipasi mereka. Akuu?? masih berada disudut peperangan hati....
Ku coba menggali, beban hatiku yang membuat semangatku meredup. Hmmm..tak lain adalah murid-muridku di kelas. Ada perasaan tidak tega meningglkan amanah mengajarku, dan memberikan beban pada guru-guru yang telah sibuk dengan kelasnya masing-masing.
to be kontinyu
Jumat, 22 Oktober 2021
'Ibu' di Perantuan Berpulang
Sosok lembutnya tak akan pernah ku lupa. Wajah teduh, cantik dan bersahaja. Beberapa tahun lalu, Ibu Nur hadir dalam hidup kami. Menjadi salah satu dari sekian orang tua di siak tanah rantau.
Saat itu, ibu yang sakit stroke separo menjalani terapi bekam dan ruqyah di klinik yang kami kelola. Beliau, Bapak dan putra putrinya sangat friendly, hangat dan penuh kasih sayang. Seringnya berinteraksi membuat kami makin dekat. Seperti menemukan orangtua di rantau...
Ibu selalu menyambut hangat kedatangan kami di Kampung Afd 9 A Berumbung Baru dayun. Sungguh, kehangatan dan kasih sayangnya, membuat kami merasa sangat di cintai. Putri kami memanggilnya mbah putri. Ibu dan Bapak akan selalu menyiapkan makanan, bahkan menyembelih ayam peliharaannya demi menyenangkan kami kalau kami datang. Buat icha ...beliau adalah mbah nya yang di dayun....
Tapi beberapa bulan terakhir, karena kesibukan kami tidak bersua. Dalam hati ingin ke dayun, tapi tertunda terus. Hingga hari ini mendapat kabar di dini hari, Ibu berpulang ke Rahmatullah.
Innalillahi wa innailaihi roji'uun
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.”
(QS. Ali Imran: 185).
Malaikatnya Sudah Datang...
Perjalanan pulang dari makam, yang terletak diantara kebun sawit. Bersama mbak titik dan mas wawan putra putri ibu. Beliau bercerita...
Dua hari ibu di rawat di klinik, karena agak sesak nafas. Mendapat bantuan oksigen, saturasi ibu mulai meningkat.
Malam harinya, ibu berkata: "Nak, itu para malaikatnya sudah datang..."
Namun, mbak titik menghibur ibu dan merasa ibu berhalusinasi.
Tapi sorenya karena merasa sudah membaik, ibu keukeh minta pulang. Walau dokter belum mengijinkan. Tiba-tiba kondisi ibu membaik, beliaupun menghabiskan minum dan makannya. Bapak dan putra putri ibupun merasa senang, ibu sudah mau makan.
Mintakan Maaf Ibu sama Masyarakat di 9A ya...
Sampai di rumah, sekitar jam 17.00. Ibu bersikap seperti biasa, sebagaimana sehari-hari di rumah. Namun, kembali ibu menitipkan pesan dalam obrolan santai dengan putra putrinya. Untuk dimintakan maaf pada masyarakat 9A dan meminta anak-anak dan cucu tidak menangisi 'kepergiannya' suatu saat nanti... Mbak titik yang mendengar, menanggapi bahwa justru ibu insya allah semoga diberi umur panjang..
Malaikat benar datang
Tiba-tiba kondisi ibu drop, dan bada magrib dilarikan ke klinik. Sampai disana dirujuk ke Rumah sakit, namun di perjalanan Ibu menghembuskan nafas terakhir dalam pangkuan mbak titik dn mb reni di mobil... Sebelumnya, ibu masih menggenggam tangan mb titik erat, ketika dibacakan Surat Al Baqarah...sampai akhirnya genggaman melemah. Perjalanan kami dari makam, bersama putra putri sholeh sholehah ibu, mbak titik dan mas wawan membuat kami kembali kepada kenangan bersama Ibu. Kebaikannya, kesabarannya dalam 7 tahun sakitnya, meninggal di hari jum'at. Subhanallah..semoga Ibu khusnul khotimah.... Ibu...mbah uti..terimakasih telah menyayangi kami, dan memberi kehangatan kasih sayang dalam ukhuwah yang indah...
٢٧ Yaa ayyatuhan nafsul muthmainnah.
“Wahai jiwa yang tenang!"
ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ - ٢٨
Irji'ii ilaa rabbiki raadhiyatam mardhiyyah.
“Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya."
فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ - ٢٩
Fadkhulii fii 'ibaadii.
“Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku,"
وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ ࣖࣖ - ٣٠
Wad khulii jannatii.
“Dan masuklah ke dalam surga-Ku."***
Halida, 22-10-2022
Rabu, 29 September 2021
Namanya CILA
Cila..gadis mungil yang menarik. Kehadirannya di kelas membuatku belajar banyak hal. Hari pertama sekolah, ku tatap muridku satu persatu. Wajah-wajah polos yang ceria dan semangat. Tapi....tidak dengan cila, wajahnya datar dan terlihat tidak begitu antusias..
Ku awali dengan ice breaking...yang lain merasa seru, tapi cila menanggapi biasa aja kehebohan gurunya...
Sudut mataku menangkap semua responnya...
Sampai akhirnya, ku tanyakan anak2 kebaikan2 yang mereka lakukan dari membantu orangtua, sholat, dll..smua antusias tunjuk jari. Tapi tidak dengan cila......dia tampak tak peduli...ku coba bertanya...
"Cila, tadi pagi sholat shubuh nak???", dengan senyum miris digelengkan kepalanya
Sudah menjadi kebiasaan ketika ku menghandle kelas, peraturan pertama di kelasku adalah "Sholat 5 waktu" yang ku buatkan form kontrol harian yang akan ku tanyakan tiap hari dan diakhir bulan sll ku siapkan reward untuk yang full sholat 5 waktunya.
Memang di hari pertama ku mengajar, ketika ditanya anak2 yang tidak sholat shubuh ada sekitar belasan. Hari esoknya berkurang...dan ber minggu2 kemudian makin membaik. Namun...ada satu anak yang konsisten bertahan tunjuk jari ketika ditanya siapa yg tidak sholat shubuh...
Itulah Cila.....jujur sedih banget sebenarnya. Pasti ada sesuatu dirumahnya... setiap mau pulang sll ketika giliran cila salaman, ku pegang erat tangannya...ku peluk dan ku doakan dg penuh semangat...harapanku untuk cila rajin sholatny..
"Cila,...sholat ya nak, ustzah ingin masuk surga sama2 dengan cila, ustazah sayaaang dg cila...", tatapku penuh cinta..
"Cila anak hebat yang baik hati, insya allah dengan rajin sholat akan makin disayang Allah...", ungkapku penuh motivasi
alhamdulillah dengan kata-kata positif dan doa...lambat laun cila berubah, lebih ceria dan lapor dengan malu-malu kalau dirinya sudah sholat.
walau...kadang,,...ad juga masanya sholatnya masih bolong. Tapi tidak seperti diawal yang seperti tidak ada gairah untuk melakukan ibadah dan perbuatan baik lainnya.
Tubuhnya yang mungil dulu serasa robot...tak berjiwa..
Cila jg banyak ketinggalan pelajaran di awal...sll mjd yg paling terakhir dan jarang mengumpulkan tugas.
Ku coba untuk tdk terfokus pd kekurangannya....mendampinginya dan membantunya untuk menemukan potensi kebaikan yang membuat hari-harinya lebih berharga dan bermakna. Sering ketika belajar,..ku buat soal yg mudah dan ku minta cila menjawabnya didepan kelas...(ku yakin dia mampu) dan kami pun bertepuk tangan memujinya...
Ahh dia tersenyum malu-malu....sungguh, ku ingin semua anak tersenyum bahagia belajar bersamaku. Merasa aman..nyaman..terlindungi dan mendapatkan kasih sayang.
Bukan kata-kata kasar, menyudutkan, menuntut dan keras. bukan bukan seperti itu tarbiyah yang Rasulullah ajarkan pada kita...
Ketegasan bukan berarti kita menjadi orang yang pemarah...berkata keras..hanya menimbulkan luka dan kesalah pahaman.
Guru yang lembut, penuh kasih sayang, perhatian dan perduli....
Menjadi muara ...kesejukan bagi jiwa2 kecil yang sedaang tumbuh dan berkembang...
Ahh nak....berbahagialah...smbutlah esok dengan ceria dan suka cita
bagaimana guru?? sudahkah kau sapa muridmu dengan bahasa cinta??
sudahkah kau rengkuh dengan kasih tulusmu....
Terimakasih Cila......
Guru...maukah menjadi guru yang dicintai muridnya?? dirindukan??
yuk hidupkan cinta di hati kt..dan cinta akan menuntun kita memberikan yang terbaik perhatian dan kasih sayang pada murid-murid kt
Kamis, 17 Juni 2021
2 Tahun Ibu Berpulang ke Rahmatullah (18/6/2019 - 18/6/2021)
Ibuku..akan selalu hidup di hatiku
Walau raga tidak lagi hadir di dunia
Ibuku..gema suara selalu terngiang di telingaku
Walau tak dapat lagi ku rengkuh tubuhnya
Sekedar merasakan kehangatan kasih sayangnya
Ibuku...sosok tangguh yang selalu siap menanggung
Semua beban kehidupan...
Menjadi pahlawan yang selalu hidup dalam langit fikirku
Ahh Ibuku...
Tarbiyah yang tak akan pernah lekang pun oleh waktu
Untukku..untuk anakku
Ibuku sosok istri yang menerima apa adanya
Semua takdir kehidupannya...
Dengan tabah dan berjuang memperbaiki semua keadaan
Ibuku...darinya ku makin belajar mencintai dengan tulus
Memberi tanpa berharap balasan...
Ibuku...kalau ku rindu, ku sapa dalam sanubariku
Dengan sujud panjang dan doaku
Dan semua amal sholeh smg mengalirkan juga
Pahala untuknya....
Untuk bapak ibuku, simbah, kakak, pakde, budeku
Yang telah mendahuluiku ke kampung akhirat
Al Fatihah...
Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa 'aafihaa wa'fu 'anhaa, wa akrim nuzuulahaa wawassi' mad kholahaa ,waghsilhaa bil maai wats salji wal barodi, wa naqqihaa, minadz dzunubi wal khothooyaa kamaa naqqoits tsaubal abyadhu minad danas. Wabdilha daarool khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa, wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min adzabil qobrii au min 'adzaa binnaar
"Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berikan kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air yang jernih lagi sejuk. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih dari rumahnya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya (di dunia). Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka.” (HR. Muslim)
|Ruang Rindu, 18/6/2021





























