Today is my 29th years birthday....I feel that I'm older now.
Hope everything's become better.....
Minggu, 25 April 2010
Minggu, 18 April 2010
Kemana tujuan kita?
by
Isa Alamsyah
Seorang pemuda menghentikan taksi di pinggirjalan dan segera naik ke kursi belakang.
Setelah pintu ditutup, sang supir bertanya, "Mau ke mana Pak?"
"Saya tidak tahu?" jawab pemuda itu tenang.
"Lalu saya harus bagaimana?" tanya sang supir.
"Terserah Bapak, yang penting saya bayar, jawab sang pemuda.
Apa selanjutnya yang terjadi?
Supir hanya berputar-putar saja, terus berputar putar sampai akhirnya supir kelelahan dan tidak tahu arah. Setalah berjam-jam berputar, akhirnya supir kembali ke tempat pemuda naik, dan diam lama sekali. Argo tetap berjalan.
Lalui pemuda tersebut keluar dan membayar seluruh biaya ratusan ribu rupiah untuk berada ditempat asalnya?
Pemuda itu menghabiskan waktu dan biaya tanpa pindah ke mana-mana.
Siapakah pemuda itu?
Pemuda itu adalah gambaran kita yang tidak punya tujuan hidup?
Jika kita tidak punya tujuan hidup, dan melakukan perjalanan hidup, maka besar kemungkinan kita kembali ke situ-situ saja.
Banyak orang yang merasa sudah punya tujuan hidup.
Tapi sebenarnya ada di situ-situ saja.
Sejak kecil kita sekolah. Setiap tahun berusaha naik kelas tujuannya supaya bisa melanjutkan sekolah. Lalu belajar lagi, supaya naik kelas dan bisa melanjutkan sekolah. Lalu melanjutkan kuliah begitu seterusnya.
Ketika ditanya untuk apa sekolah, maka jawabannya "supaya dapat kerja" Sesedarhana itukah?
Lalu ditanya apa tujuan kerja. Jawabannya supaya bisa makan. Sesederhana itukah?
Lalu punya anak, anak disekolahkan, tujuannya supaya bisa kerja, nanti bisa makan. Dan begitu seterusnya.
Kelihatannya mereka menjalani hidup, tapi tidak ada nilai tambahnya. Itu-itu saja?
Jika hidup hanya untuk bisa makan atau bertahan hidup (surviving), dan semua hal yang dilakukan dalam hidup sekedar agar bisa makan atau bertahan hidup , lalu apa bedanya manusia dengan hewan?
Semoga kita tidak termasuk manusia yang hidup sekedar untuk hidup.
Semoga kita tidak termasuk manusia yang hidup hanya berputar-putar begitu-begitu saja, karena tidak ada tujuan yang jelas mau di bawa kemana hidup kita.
Semoga kita tidak termasuk orang yang mengisi hidupnya dengan kesia-siaan?
Isa Alamsyah
Seorang pemuda menghentikan taksi di pinggirjalan dan segera naik ke kursi belakang.
Setelah pintu ditutup, sang supir bertanya, "Mau ke mana Pak?"
"Saya tidak tahu?" jawab pemuda itu tenang.
"Lalu saya harus bagaimana?" tanya sang supir.
"Terserah Bapak, yang penting saya bayar, jawab sang pemuda.
Apa selanjutnya yang terjadi?
Supir hanya berputar-putar saja, terus berputar putar sampai akhirnya supir kelelahan dan tidak tahu arah. Setalah berjam-jam berputar, akhirnya supir kembali ke tempat pemuda naik, dan diam lama sekali. Argo tetap berjalan.
Lalui pemuda tersebut keluar dan membayar seluruh biaya ratusan ribu rupiah untuk berada ditempat asalnya?
Pemuda itu menghabiskan waktu dan biaya tanpa pindah ke mana-mana.
Siapakah pemuda itu?
Pemuda itu adalah gambaran kita yang tidak punya tujuan hidup?
Jika kita tidak punya tujuan hidup, dan melakukan perjalanan hidup, maka besar kemungkinan kita kembali ke situ-situ saja.
Banyak orang yang merasa sudah punya tujuan hidup.
Tapi sebenarnya ada di situ-situ saja.
Sejak kecil kita sekolah. Setiap tahun berusaha naik kelas tujuannya supaya bisa melanjutkan sekolah. Lalu belajar lagi, supaya naik kelas dan bisa melanjutkan sekolah. Lalu melanjutkan kuliah begitu seterusnya.
Ketika ditanya untuk apa sekolah, maka jawabannya "supaya dapat kerja" Sesedarhana itukah?
Lalu ditanya apa tujuan kerja. Jawabannya supaya bisa makan. Sesederhana itukah?
Lalu punya anak, anak disekolahkan, tujuannya supaya bisa kerja, nanti bisa makan. Dan begitu seterusnya.
Kelihatannya mereka menjalani hidup, tapi tidak ada nilai tambahnya. Itu-itu saja?
Jika hidup hanya untuk bisa makan atau bertahan hidup (surviving), dan semua hal yang dilakukan dalam hidup sekedar agar bisa makan atau bertahan hidup , lalu apa bedanya manusia dengan hewan?
Semoga kita tidak termasuk manusia yang hidup sekedar untuk hidup.
Semoga kita tidak termasuk manusia yang hidup hanya berputar-putar begitu-begitu saja, karena tidak ada tujuan yang jelas mau di bawa kemana hidup kita.
Semoga kita tidak termasuk orang yang mengisi hidupnya dengan kesia-siaan?
10 RESEP SUKSES BANGSA JEPANG
diambil dari share Agung Pribadi yang dikutip dari
http://www.intersat.net.id/forum/index.php?showtopic=190
1. KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras.
Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun,
sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika
(1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680
jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan
sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan
47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang
boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat
adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang,
dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang
tidak dibutuhkan" oleh perusahaan.
2. MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri
(bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi
ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.
Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke
fenomena "mengundurkan diri" bagi para pejabat
(mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal
menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak
SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek
atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang
memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi
di belakangnya dengan memotong jalur di
tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila
mereka melanggar peraturan ataupun norma
yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat
terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.
Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa
supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya
pada waktu sekitar setengah jam sebelum
tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata
dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa,
sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah
pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian
mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core
business) perusahaan.
5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk
yang booming selama puluhan tahun adalah Akio
Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda
empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika.
Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan
pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang
menutup semua akses ke luar negeri,
Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner.
Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang
menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia .
Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana
terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki ,
disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan
adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak
habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi
kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi
tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete
Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda
dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori
dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai
diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).
Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta
listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun
dewasa sedang membaca buku atau koran.
Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak
penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.
Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang
membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas
masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca
orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan
buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan
buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut
penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern.
Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam
beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu
bersifat individualistik.
Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan
tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam
kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa "1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu
orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok" . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan "rin-gi" adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam
"rin-gi".
9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang
paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan
bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan
sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka "meminjam" uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan
tradisi dan budayanya.
Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan
hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda
naik sepeda di Jepang
dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah
yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata "tidak" untuk
apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang
Jepang karena "hai" belum
tentu "ya" bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset
penting di Jepang.
Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah
pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang ijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian.
Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
ditunggu komentarnya http://bit.ly/jepang
******
SUDAH BACA BUKU NO EXCUSE?
Boleh dong minta komentarnya bagi yang sudah baca.
New comment every day!
Adyatma Azato
No Excuse is the best book!!! Q punya bukux...^_^
http://www.intersat.net.id/forum/index.php?showtopic=190
1. KERJA KERAS
Sudah menjadi rahasia umum bahwa bangsa Jepang adalah pekerja keras.
Rata-rata jam kerja pegawai di Jepang adalah 2450 jam/tahun,
sangat tinggi dibandingkan dengan Amerika
(1957 jam/tahun), Inggris (1911 jam/tahun), Jerman (1870 jam/tahun), dan Perancis (1680
jam/tahun). Seorang pegawai di Jepang bisa menghasilkan
sebuah mobil dalam 9 hari, sedangkan pegawai di negara lain memerlukan
47 hari untuk membuat mobil yang bernilai sama. Seorang pekerja Jepang
boleh dikatakan bisa melakukan pekerjaan yang biasanya dikerjakan oleh 5-6 orang. Pulang cepat
adalah sesuatu yang boleh dikatakan "agak memalukan" di Jepang,
dan menandakan bahwa pegawai tersebut termasuk "yang
tidak dibutuhkan" oleh perusahaan.
2. MALU
Malu adalah budaya leluhur dan turun temurun bangsa Jepang. Harakiri
(bunuh diri dengan menusukkan pisau ke perut) menjadi
ritual sejak era samurai, yaitu ketika mereka kalah dan pertempuran.
Masuk ke dunia modern, wacananya sedikit berubah ke
fenomena "mengundurkan diri" bagi para pejabat
(mentri, politikus, dsb) yang terlibat masalah korupsi atau merasa gagal
menjalankan tugasnya. Efek negatifnya mungkin adalah anak-anak
SD, SMP yang kadang bunuh diri, karena nilainya jelek
atau tidak naik kelas. Karena malu jugalah, orang Jepang lebih senang
memilih jalan memutar daripada mengganggu pengemudi
di belakangnya dengan memotong jalur di
tengah jalan. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila
mereka melanggar peraturan ataupun norma
yang sudah menjadi kesepakatan umum.
3. HIDUP HEMAT
Orang Jepang memiliki semangat hidup hemat dalam keseharian. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan.Di masa awal mulai kehidupan di Jepang, saya sempat
terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar jam 19:30.
Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa
supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya
pada waktu sekitar setengah jam sebelum
tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00.
4. LOYALITAS
Loyalitas membuat sistem karir di sebuah perusahaan berjalan dan tertata
dengan rapi. Sedikit berbeda dengan sistem di Amerika dan Eropa,
sangat jarang orang Jepang yang berpindah-pindah
pekerjaan. Mereka biasanya bertahan di satu atau dua perusahaan sampai pensiun. Ini mungkin implikasi dari Industri di Jepang yang kebanyakan hanya mau menerima fresh graduate, yang kemudian
mereka latih dan didik sendiri sesuai dengan bidang garapan (core
business) perusahaan.
5. INOVASI
Jepang bukan bangsa penemu, tapi orang Jepang mempunyai kelebihan dalam meracik temuan orang dan kemudian memasarkannya dalam bentuk yang diminati oleh masyarakat. Menarik membaca kisah Akio Morita yang mengembangkan Sony Walkman yang melegenda itu. Cassete Tape tidak ditemukan oleh Sony, patennya dimiliki oleh perusahaan Phillip Electronics. Tapi yang berhasil mengembangkan dan membundling model portable sebagai sebuah produk
yang booming selama puluhan tahun adalah Akio
Morita, founder dan CEO Sony pada masa itu. Sampai tahun 1995, tercatat lebih dari 300 model walkman lahir dan jumlah total produksi mencapai 150 juta produk. Teknik perakitan kendaraan roda
empat juga bukan diciptakan orang Jepang, patennya dimiliki orang Amerika.
Tapi ternyata Jepang dengan inovasinya bisa mengembangkan industri perakitan kendaraan yang lebih cepat dan murah.
6. PANTANG MENYERAH
Sejarah membuktikan bahwa Jepang termasuk bangsa yang tahan banting dan
pantang menyerah. Puluhan tahun dibawah kekaisaran Tokugawa yang
menutup semua akses ke luar negeri,
Jepang sangat tertinggal dalam teknologi. Ketika restorasi Meiji (meiji ishin) datang, bangsa Jepang cepat beradaptasi dan menjadi fast-learner.
Kemiskinan sumber daya alam juga tidak membuat Jepang
menyerah. Tidak hanya menjadi pengimpor minyak bumi, batubara, biji besi dan kayu, bahkan 85% sumber energi Jepang berasal dari negara lain termasuk Indonesia .
Kabarnya kalau Indonesia menghentikan pasokan minyak bumi, maka 30% wilayah Jepang akan gelap gulita Rentetan bencana
terjadi di tahun 1945, dimulai dari bom atom di Hiroshima dan Nagasaki ,
disusul dengan kalah perangnya Jepang, dan ditambahi dengan
adanya gempa bumi besar di Tokyo . Ternyata Jepang tidak
habis. Dalam beberapa tahun berikutnya Jepang sudah berhasil membangun industri otomotif dan bahkan juga kereta cepat (shinkansen). Mungkin cukup menakjubkan bagaimana Matsushita Konosuke yang usahanya hancur dan hampir tersingkir dari bisnis peralatan elektronik di tahun 1945 masih mampu merangkak, mulai dari nol untuk membangun industri sehingga menjadi
kerajaan bisnis di era kekinian. Akio Morita juga awalnya menjadi
tertawaan orang ketika menawarkan produk Cassete
Tapenya yang mungil ke berbagai negara lain. Tapi akhirnya melegenda
dengan Sony Walkman-nya. Yang juga cukup unik bahwa ilmu dan teori
dimana orang harus belajar dari kegagalan ini mulai
diformulasikan di Jepang dengan nama shippaigaku (ilmu kegagalan).
Kapan-kapan saya akan kupas lebih jauh tentang ini
7. BUDAYA BACA
Jangan kaget kalau anda datang ke Jepang dan masuk ke densha (kereta
listrik), sebagian besar penumpangnya baik anak-anak maupun
dewasa sedang membaca buku atau koran.
Tidak peduli duduk atau berdiri, banyak yang memanfaatkan waktu di densha untuk membaca. Banyak
penerbit yang mulai membuat man-ga (komik bergambar) untuk materi-materi kurikulum sekolah baik SD, SMP maupun SMA.
Pelajaran Sejarah, Biologi, Bahasa, dsb disajikan dengan menarik yang
membuat minat baca masyarakat semakin tinggi. Saya pernah membahas
masalah komik pendidikan di blog ini. Budaya baca
orang Jepang juga didukung oleh kecepatan dalam proses penerjemahan
buku-buku asing (bahasa inggris, perancis, jerman, dsb). Konon kabarnya legenda penerjemahan
buku-buku asing sudah dimulai pada tahun 1684, seiring dibangunnya institut
penerjemahan dan terus berkembang sampai jaman modern.
Biasanya terjemahan buku bahasa Jepang sudah tersedia dalam
beberapa minggu sejak buku asingnya diterbitkan.
8. KERJASAMA KELOMPOK
Budaya di Jepang tidak terlalu mengakomodasi kerja-kerja yang terlalu
bersifat individualistik.
Termasuk klaim hasil pekerjaan, biasanya ditujukan untuk tim atau kelompok tersebut. Fenomena ini tidak hanya di dunia kerja, kondisi kampus dengan lab penelitiannya juga seperti itu, mengerjakan
tugas mata kuliah biasanya juga dalam bentuk kelompok. Kerja dalam
kelompok mungkin salah satu kekuatan terbesar orang Jepang. Ada anekdot bahwa "1 orang professor Jepang akan kalah dengan satu
orang professor Amerika, hanya 10 orang professor Amerika tidak akan bisa mengalahkan 10 orang professor Jepang yang berkelompok" . Musyawarah mufakat atau sering disebut dengan "rin-gi" adalah ritual dalam kelompok. Keputusan strategis harus dibicarakan dalam
"rin-gi".
9. MANDIRI
Sejak usia dini anak-anak dilatih untuk mandiri. Irsyad, anak saya yang
paling gede sempat merasakan masuk TK (Yochien) di Jepang. Dia harus membawa 3 tas besar berisi pakaian ganti, bento (bungkusan makan siang), sepatu ganti, buku-buku, handuk dan sebotol besar minuman yang menggantung di lehernya. Di Yochien setiap anak dilatih untuk membawa perlengkapan sendiri, dan
bertanggung jawab terhadap barang miliknya sendiri. Lepas SMA dan masuk bangku kuliah hampir sebagian besar tidak meminta biaya kepada orang tua. Teman-temen seangkatan saya dulu di Saitama University mengandalkan kerja part time untuk biaya sekolah dan kehidupan
sehari-hari. Kalaupun kehabisan uang, mereka "meminjam" uang ke orang tua yang itu nanti mereka kembalikan di bulan berikutnya.
10. JAGA TRADISI
Perkembangan teknologi dan ekonomi, tidak membuat bangsa Jepang kehilangan
tradisi dan budayanya.
Budaya perempuan yang sudah menikah untuk tidak bekerja masih ada dan
hidup sampai saat ini.
Budaya minta maaf masih menjadi reflek orang Jepang. Kalau suatu hari anda
naik sepeda di Jepang
dan menabrak pejalan kaki , maka jangan kaget kalau yang kita tabrak malah
yang minta maaf duluan.
Sampai saat ini orang Jepang relatif menghindari berkata "tidak" untuk
apabila mendapat tawaran dari orang lain. Jadi kita harus hati-hati dalam pergaulan dengan orang
Jepang karena "hai" belum
tentu "ya" bagi orang Jepang Pertanian merupakan tradisi leluhur dan aset
penting di Jepang.
Persaingan keras karena masuknya beras Thailand dan Amerika yang murah, tidak menyurutkan langkah
pemerintah Jepang untuk melindungi para petaninya. Kabarnya tanah yang ijadikan lahan pertanian mendapatkan pengurangan pajak yang signifikan, termasuk beberapa insentif lain untuk orang-orang yang masih bertahan di dunia pertanian.
Pertanian Jepang merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.
ditunggu komentarnya http://bit.ly/jepang
******
SUDAH BACA BUKU NO EXCUSE?
Boleh dong minta komentarnya bagi yang sudah baca.
New comment every day!
Adyatma Azato
No Excuse is the best book!!! Q punya bukux...^_^
Minggu, 27 Desember 2009
Journey to Padang
Thursday,24 of December 09
Liburan Semester 1 ini kami akan pergi ke padang pariaman. Kota dimana sahabat kami, awi tinggal. Bersama dengan rombongan teman-teman 2 mobil...kami berangkat jam 7 malam dari perawang.
Perjalanan ke padang adalah perjalanan perdana kami. Hm....semua menyambut dengan gembira dan semangat. Saya bersama awi, dini, dan kulsum ikut di mobil uni dan uda awi bersama para keponakan......
Sedang teman-teman yang lain, dengan mobil sendiri. Kami dengar perjalanan ke padang cukup dengerous....karena sisi kanan dan kiri jalan adalah jurang, suangai dan tebing tinggi. Selain ancaman terjun ke jurang kalo sopir lengah / kurang hati-hati adalah ancaman tanah longsor dari Tebing. Ketika gempa sumbar waktu itu....jalan banyak yang teruruk longsoran tanah tebing dipegununfgan.
Tempat yang harus diwaspadai juga adalah di kelok sembilan. Jalan yang berkelok-kelok melingkar, dengan 9 kelokan yang sangat tajam dan berundak-undak. karena kami berangkat hari gelap, tak terlalu nampak pemandangan disekitarnya.ami melewati pekan baru, kampar, dan akhirnya menjelang dini hari kami sampai di payakumbuh.
Friday, 25 of December
Hawa pegunungan nan sejuk mulai terasa, tanaman sayuran beraneka terhampar hijau. pegunungan yang indah pun menambah indahnya pemandangan. kami mampir sebentar dirumah sahabat uni yeni di payakumbuh. sahabat uni sakit kanker payudara. Beliau tergolek dirumah sakit tidak sanggup bangkit karena efek kemotherapy penyakitnya. kami sangat tresnyuh, dan berdoa bersama dipimpin mbak rohimah ( ustadzah hafidzah ) yang menyertai rombongan kami.
Setelah dri paya kumpbuh...kami berencana untuk mampir dulu ke BUkit tinggi. Disana kami pergi ke Jam Gadang dipusat kota, disekitar jam gadang banyak pedagang yang menjajakan souvenir cantik khas bukit tinggi. Harga barang-barang di bukit tinggi cukup standar, mereka pun tidak keberatan kalo kita tawar. hmm lumayan murah. dengan kwalitas barang cukup bagus.
Siangnya kami mampir lagi ke pAsar bukit tinggi. PAsar grosir ini terbesar ke 2 setelah tanah abang. dulu saya sering penasaran kalo melihats ahabats aya uni yanti, pulang dari padang. Jilbabnya sangat manis dan bagus-bagus. Sekarang saya ada di pusat perdaganag yang memang barang-barangnya sangat murah dan berkualitas. JIlbab dengan hiasan manik-manik dipinggirnya cuma Rp. 15.000 yang kalo kita beli dijakarta bisa atau kota lain bisa 50 ribuan... bahkan lebih. Sungguh sangat nyaman belanja di bukit tinggi, karena kami tidak usah menawar terlalu banyak...harga yang diberikan sangat standar bahkan jauh dibawah pasaran..............
Selesai belanja dan sholat...kami kembali menempuh perjalanan menuju tujuan utama kami di Padang Pariaman yang akan ditempuh kurang lebih 1-2 jam dari bukit tinggi. Pariaman adalah lokasi gempa terparah waktu gempa melanda sumbar 30 oktober lalu. Memasuki kab pariaman, mulai terlihat puing-puing rumah yang hancur karena gempa. akhirnya kami tiba juga dirumah awi menjelang ashar. Rumah awi terletak dipinggir suangi yang sangat jernih, tenang dan sunyi. Terlihat keluarga awai, Abak dan mamak, dan adikknya ira menyambut kami dengan ramah.
Malam harinya, mulailah digelar pengajian selamatan untuk bersyukur atas pekerjaan yang didapat awi sebagai PNS. Dulu mamak bernadzar kalau awi diterima PNS, amak akan menggelar pengajian dan potong kambing. Alhamdulillah...awi lolos PNs di Dinas Kependudukan Siak. Acara berlangsung ba'da magrib...namun jadi molor ba'da isya. Ternyata penyebab keterlambatan itu adalah karena ustadz belum mau memulai pengajian jika beluma da kemenyan. Lho...?!!!!....yah itulah kesyirikan yang masih banyak terjadi dibumi pariaman. Kami hanya bisa saling pandang tanpa bisa menjelaskan ket teman-teman ketika bau menyan memenuhi ruangan...... Awi, yang sudah tahu dan belajar Al Islam dengan lbeih lurus. Mengatakan.." Inilah kampung wi mbak....selalu masih pakai sesaji...." Rabb.....berilah waktu dan kesmpatan untuk meluruskan kekeliruan ditengah amsayarakt ini......
Saturday, 26 December
PAgi di apriaman...hmmm sejuk sekali, jam 4 dini hari saya terbangun...mengambil air wudlu walau hawa sanagt menusuk kulit. Nikmat sekali sholat tahajud..dikehningan malam paraiaman....
Setelah membantu awi untuk bers-beres rumah....saya pun berjalan-jalan menuju sungai dengan rahma dan lina. Sungainya sangat jernih dan banyak bebatuan....kami bermain air seperti anak kecil. Rsaanya sudah lama sekali sayaa tak ketemu sungai yang ejrnih seperti ini....rasanya tenang dan rileks...sejenak menjeauh dari kepenatan urusan dunia, pekrjaan dsb....mencoba larut dengan alam dan menikmati ciptaan Allah.....
Menjelang dzuhur...kami pergi Ke Tendakek...lokasi gempa terparah...karna ada 3 desa yang tertimbun lonsorongan perbukitan ketika gempa. Dari 3 desa tersebut yang selamat hanya 25 jiwa, yang lainnya meninggal terkubur. Sedih sekali melihat hamparan tanah basah, yang kalau kita lihat sepertinya biasa saja...tapi didalamnya ratusan jiwa dan keluarga terkubur dalam waktu sekejap. Desa tersebut sduah benar-benar 'mati', rumah-rumah disekitarnya yang rusak berat sudha ditinggalkan penhuninya. Entah...kemana mereka pergi. Kami sempat bertemu dengan anak kecil usia 4 tahunan, yang selamat dari timbunan lumpur. Walau ketika ditemukan kondisinya sangat parah dengan telinga hampir putus, dan kaki yang terluka parah. Namanya Eva dia satu-sunya yang selamat dari keluaratganya. Ayah, Ibu dan saudaranya semua meniunggal. Akhirnya Eva di adopsi oleh keluarga pasangan muda, Haris. haris ini teman MTS awi dulu. Haris senidri seluruh kelurganya juga meninggal, rumahnya pun juga terkubur di Lubuk Laweh. Allah memang masih melindungi HAris, karena ketika kejadian gempa itu haris dan suaminya sedang ebkerja di Kedai mereka di pasar. Sehingga mereka bisa selamat. ulah seklumit kisah dampak gempa padang. Dan masih banyak lagi kisah sedih yang lain....yang akan membuatIt mata hati kita tersayat,...musibah ada dimana saja dan kapan saja........
Sorenya,.....
Kami menuju padang kota melihat keadaan pasaca gempa yang sangat parah juga di padang kota. Memasuki kota padang....kami melihat banyak bangunan pemerintahan yang rusak berat, tidak bisa ditempati lagi, Mall kebanggan kota padang juga terlihat sangat parah. Menyusuri jalan utama pusat kota padang....hmm kami bisa bayangkan kepanikan oarang-orang watu gempa terjadi....Tiba didekat Hotel Ambacang yang sudah hancur ...tak ada lagi sisa-sisa kegagahan dan kemegahnnya...hanya terlihat alat-alat ebrat yang masih terus bekerja hingga kini utnuk membersihkan puing-puingnya.....
Selesai keleiling kota, kami mampir ke pantai...ternyata kota padang itu adalah kota diinggir pantai. Tak ada jarak yang memisahkan antara pantai dan kota..hanya pagar pembatas saja....Pantas saja kota padang jadi sasaran kekuaran gempa didasar laut waktu itiu...lha wog loksainya dekat sekali dengan pantai.... di jalan raya dekat pantai tampak jalanan yang terbelah dan rusak....
Pantai padang memang indah....hampir seluruh kota pandang memasng sangat indah....jajaran gunung dan perbukitan yang menawan, pantai yang landai dengan ombak yang ebrsahabar...tak ada yang mengira ada bahaya besar dibalik seluruh keindahanan yang dimilikinya. Ada harga yang harus dibayar cukup mahal utnuk semua keindahan ini... Yah itulah kehidupan...kehidupan yang akan selalu sarat dengan ujian......
Sunday, 27 of December
Pagi-pagi sekali kami segera berkemas untuk kembali ke kota siak....menyenangkan sekali bisa memulai perjalanan dari padang ke siak pada pagi hari. karena kami bisa melihat panorama pemandangan yang indah....kami berkendara dijalanan yang membelah perbukitan kota padang gunung didepan kami, kanan-kiri perbukitan dan sungai...hmmm benar-benar Sumbar kota yang indah. Walau keindahan itu sering menelan korban, k kurang safety untuk pemabtas jalannya..hanya ada patok-patok yang menjadi penanda pinggir jalan. harusnya dibangun pagar yang tinggi agar tidak banyak mobil yang tergelincir masuk ke jurang. Sayang sekali....kota sumabar....yang indah kurang teroptimalkan sumber daya alamnya. Sebenarnya sumbar bisa menghasilkan pemasukan yang besar kalau keindahan alam disana dikelola menjadi obyek wisata......yah semoga...SUMBAR bisa bangkit lagi....!!!
Syukran untuk adiikk tercinta awi...yang sudah memberikan kesmpatan untuk kakaknya ini melihat panorama Padang...dan merasakan kehangatan keluarga awi.....
Liburan Semester 1 ini kami akan pergi ke padang pariaman. Kota dimana sahabat kami, awi tinggal. Bersama dengan rombongan teman-teman 2 mobil...kami berangkat jam 7 malam dari perawang.
Perjalanan ke padang adalah perjalanan perdana kami. Hm....semua menyambut dengan gembira dan semangat. Saya bersama awi, dini, dan kulsum ikut di mobil uni dan uda awi bersama para keponakan......
Sedang teman-teman yang lain, dengan mobil sendiri. Kami dengar perjalanan ke padang cukup dengerous....karena sisi kanan dan kiri jalan adalah jurang, suangai dan tebing tinggi. Selain ancaman terjun ke jurang kalo sopir lengah / kurang hati-hati adalah ancaman tanah longsor dari Tebing. Ketika gempa sumbar waktu itu....jalan banyak yang teruruk longsoran tanah tebing dipegununfgan.
Tempat yang harus diwaspadai juga adalah di kelok sembilan. Jalan yang berkelok-kelok melingkar, dengan 9 kelokan yang sangat tajam dan berundak-undak. karena kami berangkat hari gelap, tak terlalu nampak pemandangan disekitarnya.ami melewati pekan baru, kampar, dan akhirnya menjelang dini hari kami sampai di payakumbuh.
Friday, 25 of December
Hawa pegunungan nan sejuk mulai terasa, tanaman sayuran beraneka terhampar hijau. pegunungan yang indah pun menambah indahnya pemandangan. kami mampir sebentar dirumah sahabat uni yeni di payakumbuh. sahabat uni sakit kanker payudara. Beliau tergolek dirumah sakit tidak sanggup bangkit karena efek kemotherapy penyakitnya. kami sangat tresnyuh, dan berdoa bersama dipimpin mbak rohimah ( ustadzah hafidzah ) yang menyertai rombongan kami.
Setelah dri paya kumpbuh...kami berencana untuk mampir dulu ke BUkit tinggi. Disana kami pergi ke Jam Gadang dipusat kota, disekitar jam gadang banyak pedagang yang menjajakan souvenir cantik khas bukit tinggi. Harga barang-barang di bukit tinggi cukup standar, mereka pun tidak keberatan kalo kita tawar. hmm lumayan murah. dengan kwalitas barang cukup bagus.
Siangnya kami mampir lagi ke pAsar bukit tinggi. PAsar grosir ini terbesar ke 2 setelah tanah abang. dulu saya sering penasaran kalo melihats ahabats aya uni yanti, pulang dari padang. Jilbabnya sangat manis dan bagus-bagus. Sekarang saya ada di pusat perdaganag yang memang barang-barangnya sangat murah dan berkualitas. JIlbab dengan hiasan manik-manik dipinggirnya cuma Rp. 15.000 yang kalo kita beli dijakarta bisa atau kota lain bisa 50 ribuan... bahkan lebih. Sungguh sangat nyaman belanja di bukit tinggi, karena kami tidak usah menawar terlalu banyak...harga yang diberikan sangat standar bahkan jauh dibawah pasaran..............
Selesai belanja dan sholat...kami kembali menempuh perjalanan menuju tujuan utama kami di Padang Pariaman yang akan ditempuh kurang lebih 1-2 jam dari bukit tinggi. Pariaman adalah lokasi gempa terparah waktu gempa melanda sumbar 30 oktober lalu. Memasuki kab pariaman, mulai terlihat puing-puing rumah yang hancur karena gempa. akhirnya kami tiba juga dirumah awi menjelang ashar. Rumah awi terletak dipinggir suangi yang sangat jernih, tenang dan sunyi. Terlihat keluarga awai, Abak dan mamak, dan adikknya ira menyambut kami dengan ramah.
Malam harinya, mulailah digelar pengajian selamatan untuk bersyukur atas pekerjaan yang didapat awi sebagai PNS. Dulu mamak bernadzar kalau awi diterima PNS, amak akan menggelar pengajian dan potong kambing. Alhamdulillah...awi lolos PNs di Dinas Kependudukan Siak. Acara berlangsung ba'da magrib...namun jadi molor ba'da isya. Ternyata penyebab keterlambatan itu adalah karena ustadz belum mau memulai pengajian jika beluma da kemenyan. Lho...?!!!!....yah itulah kesyirikan yang masih banyak terjadi dibumi pariaman. Kami hanya bisa saling pandang tanpa bisa menjelaskan ket teman-teman ketika bau menyan memenuhi ruangan...... Awi, yang sudah tahu dan belajar Al Islam dengan lbeih lurus. Mengatakan.." Inilah kampung wi mbak....selalu masih pakai sesaji...." Rabb.....berilah waktu dan kesmpatan untuk meluruskan kekeliruan ditengah amsayarakt ini......
Saturday, 26 December
PAgi di apriaman...hmmm sejuk sekali, jam 4 dini hari saya terbangun...mengambil air wudlu walau hawa sanagt menusuk kulit. Nikmat sekali sholat tahajud..dikehningan malam paraiaman....
Setelah membantu awi untuk bers-beres rumah....saya pun berjalan-jalan menuju sungai dengan rahma dan lina. Sungainya sangat jernih dan banyak bebatuan....kami bermain air seperti anak kecil. Rsaanya sudah lama sekali sayaa tak ketemu sungai yang ejrnih seperti ini....rasanya tenang dan rileks...sejenak menjeauh dari kepenatan urusan dunia, pekrjaan dsb....mencoba larut dengan alam dan menikmati ciptaan Allah.....
Menjelang dzuhur...kami pergi Ke Tendakek...lokasi gempa terparah...karna ada 3 desa yang tertimbun lonsorongan perbukitan ketika gempa. Dari 3 desa tersebut yang selamat hanya 25 jiwa, yang lainnya meninggal terkubur. Sedih sekali melihat hamparan tanah basah, yang kalau kita lihat sepertinya biasa saja...tapi didalamnya ratusan jiwa dan keluarga terkubur dalam waktu sekejap. Desa tersebut sduah benar-benar 'mati', rumah-rumah disekitarnya yang rusak berat sudha ditinggalkan penhuninya. Entah...kemana mereka pergi. Kami sempat bertemu dengan anak kecil usia 4 tahunan, yang selamat dari timbunan lumpur. Walau ketika ditemukan kondisinya sangat parah dengan telinga hampir putus, dan kaki yang terluka parah. Namanya Eva dia satu-sunya yang selamat dari keluaratganya. Ayah, Ibu dan saudaranya semua meniunggal. Akhirnya Eva di adopsi oleh keluarga pasangan muda, Haris. haris ini teman MTS awi dulu. Haris senidri seluruh kelurganya juga meninggal, rumahnya pun juga terkubur di Lubuk Laweh. Allah memang masih melindungi HAris, karena ketika kejadian gempa itu haris dan suaminya sedang ebkerja di Kedai mereka di pasar. Sehingga mereka bisa selamat. ulah seklumit kisah dampak gempa padang. Dan masih banyak lagi kisah sedih yang lain....yang akan membuatIt mata hati kita tersayat,...musibah ada dimana saja dan kapan saja........
Sorenya,.....
Kami menuju padang kota melihat keadaan pasaca gempa yang sangat parah juga di padang kota. Memasuki kota padang....kami melihat banyak bangunan pemerintahan yang rusak berat, tidak bisa ditempati lagi, Mall kebanggan kota padang juga terlihat sangat parah. Menyusuri jalan utama pusat kota padang....hmm kami bisa bayangkan kepanikan oarang-orang watu gempa terjadi....Tiba didekat Hotel Ambacang yang sudah hancur ...tak ada lagi sisa-sisa kegagahan dan kemegahnnya...hanya terlihat alat-alat ebrat yang masih terus bekerja hingga kini utnuk membersihkan puing-puingnya.....
Selesai keleiling kota, kami mampir ke pantai...ternyata kota padang itu adalah kota diinggir pantai. Tak ada jarak yang memisahkan antara pantai dan kota..hanya pagar pembatas saja....Pantas saja kota padang jadi sasaran kekuaran gempa didasar laut waktu itiu...lha wog loksainya dekat sekali dengan pantai.... di jalan raya dekat pantai tampak jalanan yang terbelah dan rusak....
Pantai padang memang indah....hampir seluruh kota pandang memasng sangat indah....jajaran gunung dan perbukitan yang menawan, pantai yang landai dengan ombak yang ebrsahabar...tak ada yang mengira ada bahaya besar dibalik seluruh keindahanan yang dimilikinya. Ada harga yang harus dibayar cukup mahal utnuk semua keindahan ini... Yah itulah kehidupan...kehidupan yang akan selalu sarat dengan ujian......
Sunday, 27 of December
Pagi-pagi sekali kami segera berkemas untuk kembali ke kota siak....menyenangkan sekali bisa memulai perjalanan dari padang ke siak pada pagi hari. karena kami bisa melihat panorama pemandangan yang indah....kami berkendara dijalanan yang membelah perbukitan kota padang gunung didepan kami, kanan-kiri perbukitan dan sungai...hmmm benar-benar Sumbar kota yang indah. Walau keindahan itu sering menelan korban, k kurang safety untuk pemabtas jalannya..hanya ada patok-patok yang menjadi penanda pinggir jalan. harusnya dibangun pagar yang tinggi agar tidak banyak mobil yang tergelincir masuk ke jurang. Sayang sekali....kota sumabar....yang indah kurang teroptimalkan sumber daya alamnya. Sebenarnya sumbar bisa menghasilkan pemasukan yang besar kalau keindahan alam disana dikelola menjadi obyek wisata......yah semoga...SUMBAR bisa bangkit lagi....!!!
Syukran untuk adiikk tercinta awi...yang sudah memberikan kesmpatan untuk kakaknya ini melihat panorama Padang...dan merasakan kehangatan keluarga awi.....
Jumat, 18 Desember 2009
Senin, 07 Desember 2009
Keluargaku......semaikan damai dihati
Hal yang sangat menyedihkan buatku adalah ketika melihat ada kasealahpahaman disekeliling kita. Ketidaknyamanan akan membuat kita resah. Hawa emosi akan menebar menjadi amarah..............
Pun ketika keluarga kita terjebak pada suatu keadaan yang sama. Kita tak kan tenang untuk berada didalamnya. Dulu ku sering tinggal dimasjid jika bapak ibu sedang marah. sangat tidak nyaman. sempat terfikir kenapa orang harus berbicara dengan nada tinggi, atau bersikeras merasa dirinya yang 'terbenar'.
Padahal kita tahu...semua permasalahan ada jalan keluar jika dikomunikasikan dengan baik. saya binguuuung kenapa ....harus saling menyinggung hati dan berkomunikasi dengan cara yang kasar yang bisa menyakiti hati.
Kalo kita fikirkan lebih dalam.....ada kaitan antara IQ, EQ, dan SQ....dalam meng'handle permasalahan kehidupan. Kesabaran dan ketenangan dapat menjadi kebiasaan disuatu keluarga asal dibangun komunikasi dengn baik dan rasa kasih sayang. Tak lupa fondasi agama yang kuat.....menjalani ibadah dengan bersama-sama akan membantu kita dekat dengan keluarga.
Semoga Allah menuntun keluarga kita, ibu, bapak, kakak, suami dan adik..menjadi orang-orang yang lembut hati dan sabar.
Keluarga ada....untuk saling menyayangi, Bukan Menyakiti.....
Rabu, 02 Desember 2009
My First Competition
Berita dari Blog
Jumat, 31/07/2009 17:41
Inilah Pemenang Kontes “My First Online Experience”
Blogdetik - blogdetik
Pengalaman pertama memang menarik. Ini tampak dari banyaknya blogger peserta yang mengkikuti lomba postingan tersebut. Jumlah persisnya nyaris seribuan. Mereka, para blogger itu tak hanya berasal dari seluruh indonesia, dari Aceh, Wonogiri sampai Papua saja. Namun juga ada peserta dari Mesir dan Singapura.
Tim juri yang terdiri dari tim blog detik telah memutuskan blogger-blogger yang beruntung memperoleh hadiah. Dan berikut blogger yang beruntung itu:
1 hadiah netbook: Benazio Rizki Putra
1 hadiah smartphone : Yudi Kurniawan
1 hadiah modem : Ary Prabowo
10 hadiah merchandise detikcom khusus pengguna blogdetik :
1. Herawati
2. Anthony Jayanto T.
3. Dani Ardiansyah
4. arista budiyono
5. Jon Riah Ukur, SE
6.Anisa Fitri Nurhalida
7. Mustika Rahmathya
8. Rita Maasi
9. Weka Swasti Wardhani
10 Alif Teguh Imam Baihaki
Selamat kepada para pemenang. Khusus untuk luar Jakarta hadiah akan segera di kirim ke alamat masing-masing. Untuk Program bulan Agustus, tema postingannya adalah : Merah Putih Indonesiaku. Program untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia ini khusus untuk member blogdetik. Bagi yang belum mempunyai blog di blogdetik, silakan mendaftar di sini. Full Free tentu saja
Jumat, 31/07/2009 17:41
Inilah Pemenang Kontes “My First Online Experience”
Blogdetik - blogdetik
Pengalaman pertama memang menarik. Ini tampak dari banyaknya blogger peserta yang mengkikuti lomba postingan tersebut. Jumlah persisnya nyaris seribuan. Mereka, para blogger itu tak hanya berasal dari seluruh indonesia, dari Aceh, Wonogiri sampai Papua saja. Namun juga ada peserta dari Mesir dan Singapura.
Tim juri yang terdiri dari tim blog detik telah memutuskan blogger-blogger yang beruntung memperoleh hadiah. Dan berikut blogger yang beruntung itu:
1 hadiah netbook: Benazio Rizki Putra
1 hadiah smartphone : Yudi Kurniawan
1 hadiah modem : Ary Prabowo
10 hadiah merchandise detikcom khusus pengguna blogdetik :
1. Herawati
2. Anthony Jayanto T.
3. Dani Ardiansyah
4. arista budiyono
5. Jon Riah Ukur, SE
6.Anisa Fitri Nurhalida
7. Mustika Rahmathya
8. Rita Maasi
9. Weka Swasti Wardhani
10 Alif Teguh Imam Baihaki
Selamat kepada para pemenang. Khusus untuk luar Jakarta hadiah akan segera di kirim ke alamat masing-masing. Untuk Program bulan Agustus, tema postingannya adalah : Merah Putih Indonesiaku. Program untuk memeriahkan kemerdekaan Indonesia ini khusus untuk member blogdetik. Bagi yang belum mempunyai blog di blogdetik, silakan mendaftar di sini. Full Free tentu saja
Langganan:
Postingan (Atom)
